Saturday, November 7, 2009

Gas mulia

CLICK TO FIND MORE ABOUT CHEMISTRY




Gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VIIIA yang memiliki kestabilan yang sangat tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk monoatomik. unsur-unsur yang terdapat dalam gas mulia yaitu Helium (He), Neon (Ne), Argon(Ar), Kripton(Kr), Xenon (Xe), Radon (Rn). Gas-gas ini pun sangat sedikit kandungannya di bumi. dalam udara kering maka akan ditemukan kandungan gas mulia sebagai berikut :


Helium = 0,00052 %
Neon = 0,00182 %
Argon = 0,934 %
Kripton = 0,00011 %
Xenon = 0,000008
Radon = Radioaktif*
Tapi di alam semesta kandungan Helium paling banyak diantara gas mulia yang lain karena Helium meupakan bahan bakar dari matahari.



* Radon = amat sedikit jumlahnya di atmosfer atau udara. Dan sekalipun ditemukan akan cepat berubah menjadi unsur lain, karena radon bersifat radio aktif. Dan karena jumlahnya yang sangat sedikit pula radon disebut juga sebagi gas jarang.




Sejarah Gas Mulia




Sejarah gas mulia berawal dari penemuan Cavendish pada tahun 1785. Cavendish menemukan sebagian kecil bagian udara (kuarang dari 1/2000 bagian) sama sekali tidak berreaksi walaupun sudah melibatkan gas-gas atmosfer.



Lalu pada tahun 1894, Lord Raleigh dan Sir William Ramsay berhasil memisahkan salah satu unsur gas di atmosfer (yang sekarang di kenal sebagai gas mulia) berdasarkan data spektrum. Lalu ia mencoba mereaksikan zat tersebut tetapi tidak berhasil dan akhirnya zat tersebut diberi nama argon.


Dan pada tahun1895 Ramsay berhasil mengisolasi Helium, hal ini berawal dari penemuan Janssen pada tahun 1868 saat gerhana matahari total. Janssen menemukan spektrum Helium dari sinar matahari berupa garis kuning. Nama Helium sendiri merupakan saran dari Lockyer dan Frankland.


Lalu pada tahun 1898 Ramsay dan Travers memperoleh zat baru yaitu Kripton, Xenon serta Neon. Kripton dan Xenon ditemukan dalam residu yang tersisa setelah udara cair hampir menguap semua. Sementara itu Neon ditemukan dengan cara mencairkan udara dan melakukan pemisahan dari gas lain dengan penyulingan bertingkat.



Pada tahun 1900 Radon ditemukan oleh Friedrich Ernst Dorn, yang menyebutnya sebagai pancaran radium. Pada tahun William Ramsay dan Robert Whytlaw-Gray menyebutnya sebagai niton serta menentukan kerapatannya sehingga mereka menemukan Radon adalah zat yang paling berat di masanya (sampai sekarang). Nama Radon sendiri baru dikenal pada tahun 1923.



Pembuatan unsur gas mulia sendiri baru ditemukan pada tahun 1962. Pembuatan unsur tersebut diawali oleh seorang ahli kimia yang berasal dari Kanada yaitu Neil Bartlett. Neil Bartlett barhasil membuat senyawa xenon yaitu XePtF6, sejak saat itu barulah ditemukan berbagai gas mulia lain yang berhasil di buat. Dan akhirnya istilah untuk menyebut zat-zat telah berganti. Yang awalnya disebut gas inert (lembam) telah berganti menjadi gas mulia yang berarti stabil atau sukar berreaksi.



Asal usul nama unsur gas mulia:
- Helium → Helios (Yunani) : matahari
- Argon → Argos (Yunani) : malas
- Neon → Neos (Yunani) : baru
- Kripton → Kriptos (Yunani) : tersembunyi
- Xenon → Xenos (Yunani) : asing
- Radon → Radium





Sifat Gas Mulia


Gas mulia memiliki beberapa sifat baik secara fisis maupun kimia, sebelum membahas hal tersebut mari kita lihat data-data dari gas mulia.
Berikut merupakan beberapa ciri fisis dari gas mulia.



HeliumNeonArgonKriptonXenonRadon
Nomor atom21018325486
Elektron valensi288888
Jari-jari atom(วบ)0,500,650,951,101,301,45
Massa atom (gram/mol)4,002620,179739,34883,8131,29222
Massa jenis (kg/m3)0.1785 0,91,7843,755,99,73
Titik didih (0C)-268,8-245,8-185,7-153-108-62
Titikleleh (0C)-272,2-248,4189,1-157-112-71
Bilangan oksidasi0000;20;2;4;60;4
Keelekronegatifan---3,12,42,1
Entalpi peleburan (kJ/mol)
*
0,3321,191,642,302,89
Entalpi penguapan (kJ/mol)0,08451,736,459,0312,6416,4
Afinitas elektron (kJ/mol)212935394141
Energi ionisasi (kJ/mol)264020801520135011701040



*= Helium dipadatkan dengan cara menaikkan tekanan bukan menurunkan suhu.
Adapula hal penting yang menyebabkan gas mulia amat stabil yaitu konfigurasi elektronnya. Berikut adalah konfigurasi elektron gas mulia

He = 1s2
Ne = 1s2 2s2 2p6
Ar = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
Kr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6
Xe = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6
Rn = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6

Karena konfigurasi elektronnya yang stabil gas mulia juga biasa digunakan untuk penyingkatan konfigurasi elektron bagi unsur lain.
contoh :
Br = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p5
menjadi
Br = [Ar] 4s2 3d10 4p5



Sifat Fisis

Gas mulia merupakan unsur gas pada suhu kamar dan mendidih hanya beberapa derajat di atas titik cairnya. Jari-jari, titik leleh serta titik didih gasnya mulanya bertambah seiring bertambahnya nomor atom. Sedangkan energi pengionnya berkurang.

Dari data-data di atas kita bisa lihat bahwa nomor atom, jari-jari atom, massa atom, massa jenis, titik didih, titik beku, entalpi peleburan dan entalpi penguapan selalu bertambah dari He ke Rn. Sedangkan energi ionisasi mengalami penurunan dari He ke Rn. Beberapa dari sifat tersebut mengalami kenaikan karena gaya london terutama pada entalpi peleburan dan entalpi penguapan.
Elektron valensi gas mulia sudah memenuhi kaidah Duplet untuk He dan kaidah Oktet untuk Ne, Ar, Kr, Xe dan Rn. Sedangkan untuk He, Ne, Ar tidak memiliki nilai keelektronegatifan. Dan bilangan oksidasi yang di atas adalah bilangan oksidasi yang sudah di ketahui hingga sekarang.




Sifat Kimia

Kereaktifan gas mulia akan berbanding lurus dengan jari-jari atomnya, jadi kereaktifan gas mulia akan bertambah dari He ke Rn hal ini disebabkan pertambahan jari-jari atom menyebabkan daya tarik inti terhadap elektron kulit luar berkurang, sehingga semakin mudah ditarik oleh atom lain.
Tetapi gas mulia adalah unsur yang tidak reaktif karena memiliki konfigurasi elektron yang sudah satbil, hal ini didukung kenyataan bahwa gas mulia di alam selalu berada sebagai atom tunggal atau monoatomik. Tetapi bukan berarti gas mulia tidak dapat berreaksi, hingga sekarang gas mulia periode 3 ke atas (Ar, Kr, Xe, Rn) sudah dapat berreaksi dengan unsur yang sangat elektronegatif seperti Flourin dan Oksigen.






Reaksi pada Gas Mulia

Gas Mulia adalah gas yang sudah memiliki 8 elektron valensi dan memiliki kestabilan yang tinggi. Tetapi gas mulia pun masih dapat berreaksi dengan atom lain.
Karena sebenarnya tidak semua sub kuit pada gas mulia terisi penuh.
Contoh:
Ar : [Ne] 3s2 3p6

Sebenarnya atom Ar masih memiliki 1 Sub kulit yang masih kosong yaitu sub kulit d
jadi
Ar : [Ne] 3s2 3p6 3d0

jadi masih bisa diisi oleh atom-atom lain.


Berikut adalah beberapa contoh Reaksi dan cara pereaksian pada gas mulia



Gas MuliaReaksiNama senyawa yang terbentukCara peraksian
Ar(Argon)
Ar(s) + HF → HArF
Argonhidroflourida
Senyawa ini dihasilkan oleh fotolisis dan matriks Ar padat dan stabil pada suhu rendah
Kr(Kripton)
Kr(s) + F2 (s) → KrF2 (s)
Kripton flourida
Reaksi ini dihasilkan dengan cara mendinginkan Kr dan F2pada suhu -196 0C lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar X
Xe(Xenon)

Xe(g) + F2(g) → XeF2(s)

Xe(g) + 2F2(g) → XeF4(s)

Xe(g) + 3F2(g)→ XeF6(s)

XeF6(s) + 3H2O(l) → XeO3(s) + 6HF(aq)6XeF4(s) + 12H2O(l) → 2XeO3(s) + 4Xe(g) + 3O(2)(g) + 24HF(aq)
Xenon flourida

Xenon oksida
XeF2 dan XeF4 dapat
diperoleh dari pemanasan Xe dan F2pada tekanan6 atm, jika umlah peraksi F2 lebih besar maka akan diperoleh XeF6
XeO4 dibuat dari reaksi disproporsionasi(reaksi dimana unsur pereaksi yang sama sebagian teroksidasi dan sebagian lagi tereduksi) yang kompleks dari larutan XeO3 yang bersifat alkain
Rn(Radon)
Rn(g) + F2(g) → RnF
Radon flourida
Bereaksi secara spontan.




Kegunaan Gas Mulia

Helium
- Sebagai pengisi Balon udara, hal ini dikarenakan helium adalah gas yang


Helium merupakan zat yang ringan dan tidak muadah terbakar, Helium biasa digunakan untuk mengisi balon udara, dan helium yang tidak reaktif digunakan untuk mengganti nitrogen untuk membuat udara buatan yang dipakai dalam penyelaman dasar laut. Helium yang berwujud cair juga dapat digunakan sebagai zat pendingin karena memiliki titik uap yang sangat rnedah.

Neon
Neon biasanya digunakan untuk mengisi lampu neon. Selain itu juga neon dapat digunakan untuk berbagi macam hal seperti indicator tegangan tinggi, zat pendingin, penangkal petir, dan mengisi tabung televise.

Argon
Argon dapat digunakan dalam las titanium dan stainless steel. Argon juga digunakan dalam las dan sebagai pengisi bola lampu pijar.

Kripton
Kripton bersama argon digunakan sebagai pengisi lampu fluoresen bertekanan rendah. Krypton juga digunakan dalam lampu kilat untuk fotografi kecepatan tinggi.

Xenon
Xenon dapat digunakan dalam pembuatan lampu untuk bakterisida (pembunuh bakteri) dan pembuatan tabung elektron.

Radon
Radon dapat digunakan dalam terapi kanker karena bersifat radioaktif. Radon juga dapat berperan sebagai sistem peringatan gempa, Karena bila lepengn bumi bergerak kadar radon akan berubah sehingga bias diketahui bila adanya gempa dari perubahan kadar radon.



Terimakasih atas kunjungannya dan
komentarnya. Mohon ralatnya bila
ada kesalahan.

31 comments:

  1. thank you so much for discourse. I am very inspired by the writing you because I really liked the uniqueness of the noble gases.
    question: why in any increase in atomic radius, it also causes the increase in reactivity? whereas the noble gases is a single atom in this world (my assumption in my learning). please explanation ...

    ReplyDelete
  2. waaahhhh,,hebat bgtz ya, masih kelas SMA udh tulis blog,,udh gthuu yg ditulis ny bukan diary,tpiiii pelajaran kimia....HEEBBBBBAAATTZZZZ bgtz d...oiya , nama kamu siapa..???saya sakti...boleh tanya ga...?
    kmu bilang bahwa "Gas mulia merupakan unsur gas pada suhu kamar dan mendidih hanya beberapa derajat di atas titik cairnya. Jari-jari, titik leleh serta titik didih gasnya mulanya bertambah seiring bertambahnya nomor atom. Sedangkan energi pengionnya berkurang." tolong jelasin ya dengan bahasa yg lebih mudah...!!!! soal ny, aku ada presentasi gas mulia hari jum'at ini...tolooongg bgtz ya,,,kan kamu pinter..!!!thx bgtz ya...!

    ReplyDelete
  3. salam,hun..!!!bisa beri tahu perbedaan mendasar antara gas mulia,logam mulia,yg mulia raja, dan hotel mulia-jakarta...(cuma becanda ko..!!)
    pertanyaan ny adl: bagaimana keterkaitan antara gas mulia dgn perkembangan ilmu NANOTECHNOLOGY..??masih bingung aj,,soal ny dibeberapa kasus,dsebutkan banyak kesamaan...GBU..!

    ReplyDelete
  4. ini bener-bener anak sma yg bikin??
    saya,mahasiswa management 2007 sgt apresiasi dgn blog ini. sebetulnya,sebagai anak sma, kmu udah cukup baik membuat blog ini, tpiiiii coba deh dibahas mengenai tujuan,dampak, dan manfaat dri seorang pelajar ataupun masyarakat biasa dengan mempelajari hal ini,karna kecenderungan pembahasan yg kmu lakukan justru lebih utk kalangan scientis semata,bukan untuk pelajar n masyarakat. Padahal seorang pelajar,bahkan masyarakat pun butuh penalaran yg baik mengenai gas mulia,sehingga mereka tdk hanya membual smata ketika muncul isue mengenai rusak ny gas mulia,dsb..!!!oke,perbaiki ya ditulisan berikutnya,...!!!

    ReplyDelete
  5. gw mw nanya donkz.....
    gmna c cara pembuatan gas mulia.....???????
    loe cuma bilang diawali dgn penemuan senyawa xenon...!!bisa lebih spesifik ga jelasin nya...????? peace dulu ahh..!!!jngan marah ya,,soal ny gw ga ngerti masalah2 bginian,,tpii klo loe mw tanya fisika,boleh da ke gw...ok ok ok.....!!!

    ReplyDelete
  6. @Sakti
    sbnarnya bkn sya tp kami ber4. Ntar liat di profil.
    klo km nanya energi pengion-nya brkurang seiring brtambah nomor atomnya....
    pertama energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan untuk melepas 1 elektron. dan sebenarnya bila nomor atom semakin besar jari-jari atompun semakin besar kan? jadi jarak antara elektron trluar ke atom pusat makin jauh.
    jadi kalau jarak makin jauh gaya tarik menarik antar atom pusat dan elektron trluar makin kecilkan?
    jadi...makin mudah elektron terluar untuk lepas, dan makin sedikit juga energi yang diperlukan untuk melepas 1 elektron.
    Good luck.. smoga membantu...

    ReplyDelete
  7. @Smith
    Iya donk nie anak SMA Alfa Centauri...
    Mkasih bwt masukannya tp sbenarnya kami mw posting kegunaannya setelah tntang reaksi... biar pada dateng lagi k blog ini gtu.. pokoknya d tunggu aja...

    ReplyDelete
  8. @ihwanul
    Kan udah di tulis di paling bawah tntang p,nuatan dan reaksi gas mulia akan di jelaskan pada tanggal 14 November 2009
    makasih...

    ReplyDelete
  9. soryy ya,nama gw bukan IHWANUL,tpii IHALAUW...gw cuma mw klarifikasi doankz.......tengkyu ya wat komentarnya,gw tunggu pembahasan ttg pembuatan gas mulia..........!!!

    ReplyDelete
  10. @ihalauw : oh ia sorry klo ada pertanyaan lgi tebtatang gas mulia kesini aja yahh ..

    ReplyDelete
  11. @ka
    Thank you for your comments. any increase in the period of a noble gas, will be more reactive. Why? we will explain on November 14, ... please come again.. kenapa gak pake b. indonesia sih, klo ngerti isi artikelnya, brarti bisa b. indonesia kan...

    ReplyDelete
  12. Cukup bagus, Kalau bisa tambahkan reaksi-reaksi yang terjadi pada senyawa-senyawa gas mulia, seperti XeF4, XeF6, dll. serta gambarkan pula bentuk molekulnya.

    ReplyDelete
  13. thx bgtz ya wat jawabannya...oiya,tolong scepat ny di posting mengenai reaksi nya ya,,,udah ga sabar ni menanti tulisan elo2 orang yg gw anggap berkualitas...!!!sueeeerrrr,, gw ga bo-ong...!!!!

    ReplyDelete
  14. @ lina .. makasi yah buat sarannya ,,
    tungguin aja ya tetntang bentuk molekul nya cz kita lagi nyari juga ..

    @ ihalauw ia sama2 ..
    hho
    tentang reaksinya yahh ..
    iah nanti kita bahas ,,
    makasi yah buat komen2nya .
    :)

    ReplyDelete
  15. kenapa massa jenis gas mulia semakin ke bawah semakin besar??

    ReplyDelete
  16. gue dapet tugas ttng cara2 pembuatan gas mulia ni..help me pls

    ReplyDelete
  17. @finesa: He dan Rn dibuat melalui reaksi peluruhan zat radioaktif thorium(Th) dan uranium (U) melalui pers reaksi .
    Lalu Ne,Ar,Kr,Xe d buat melalui destilasi bertingkat udar cair berdasarkan perbedaan titik didihnya.

    ReplyDelete
  18. Dari atas ke bawah elektron trluar atom akan brtambh, sehingga massa atom pun makin brtambh... Dan secara umum massa jenis adalah massa d bagi volum. Dari prsamaan itu bisa d ambil ksimpulan massa jenis nilai.a brbanding lurus dgn massa. Gambar pnambahan kulit atom tiap periode d gas mulia bisa d lihat d video d atas.

    ReplyDelete
  19. @aiiu: Tambhan dr d atas... mungkin juga orang-orang brtanya. kan massa bertmbah seiring dengan jari-jarinya brarti volume juga brtambah donk..?? menurut asumsi kami, penambahan berat itu bertmabah tiap brtambahnya sub elektron, dan penambahan jari-jari akan bertambah bila kulit trluarnya brtambah
    contoh : bila ingin menambah jari-jari atom dari 3s2 3p1 harus dipenuhi dulu elektron di p dan ditambah elektron lain. tapi bila ingin menambah berat cukup dengan menaikkan ke 3s2 3p2

    ReplyDelete
  20. @hunt: maaf telat banget jawabnya karna kami mncari hubungan yang lebih spesifik dari sekedar ukuran atom gas mulia yang kecil. dari informasi melalui nano teknologi gas mulia dapat disintesis dan digandakan. Maaf bila kami kurang spesifik penjelasannya... bila yang tahu lebih spesifik bisa ikut comment d sini...

    ReplyDelete
  21. titik didih helium kan -268, jadi paling nggak untuk mendapatkan helium atau menyimpan helium, harus ada ditempat yang suhunya kurang dari -268 dong? ibaratnya begini, kalo air saja titik didihnya 100 derajat, kalo di suatu tempat bertitik didih lebih dari 100 derajat kan nggak ada air? maksudnya nggak ada karena menguap, setidaknya keberadaan air itu ada bila suhu antara 0 derajat sampai 100 derajat. nah pertanyaan saya, berarti keberadaan Helium pun harus ada diantara titik beku dan titik didihnya, iya kan? berapa titik bekunya? bagaimana mungkin di matahari yang suhu minimalnya saja sangat panas bisa terdapat helium? sedangkan helim saja pada suhu -268 sudah mendidih?tolong dijelaskan

    ReplyDelete
  22. @m miqdam musawwa :
    maaf baru lihat kembali blog ini. jadi kalau menurut saya helium yang terdapat di matahari itu berbentuk gas... jadi kalau air berada dalam suhu di atas 100 derajat bukannya menghilang, senyawa airnya tetap ada tetapi berubah bentuk menjadi gas. (untuk tambahan perubahan air menjadi gas tidak hanya terjadi di atas suhu 100 derajat, karena jemuran kita bisa kering walaupun di jemur di suhu di bawah 100 derajat kan...? ^^) nah seperti helium juga, di suhu yang sangat tinggi mungkin dia tidak bisa memiliki bentuk cair tatapi molekulnya tetap ada dalam bentuk gas... terimakasih... ^^

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. makasih kak infonya :D
    saya kopy beberapa isinya buat tugas sekolah :) hehehe

    ReplyDelete
  25. saya mau tanya kalau fungsi dari atmosfer inert itu apa dalam gas mulia?

    ReplyDelete
  26. trima kasih atas pembahasan nya
    blog ini sangat membantu saya :)

    ReplyDelete
  27. makasih buat blognya.. sangat membantu gue untuk buat tugas makalah..

    ReplyDelete
  28. bagaimana cara pembuatan gas mulia ....mohon bantuanya.. :)

    ReplyDelete